Lazada 99

Cara Menanam Terong Di Musim Kemarau Agar Berbuah Lebat

Salah satu jenis tanaman sayuran yang juga menjadi primadona petani adalah terong. Terong atau terung ini memiliki tingkat permintaan pasar yang cenderung stabil. Oleh karena itu jika ditanam pada lahan luas dengan tujuan agribisnis bisa mendatangkan keuntungan yang besar. Tentu saja jika pertumbuhan terong maksimal dan menghasilkan buah yang lebat. Terong biasanya ditanam pada musim kemarau sebagai tanaman peralihan setelah tanam padi namun beberapa petani sayur menjadikan terong sebagai tanaman utamanya.

Cara Menanam Terong


Jenis Terong

Sebelum mulai membudidayakan tanaman terong tentunya harus tahu terlebih dahulu jenis terong apa yang akan ditanam. Pastinya untuk menyesuaikan dengan permintaan pasar dan harga jual nantinya. Dalam skala agrobisnis budidaya harus memperhingkan permintaan pasar agar biaya produksi tidak lebih besar daripada hasil panen.

  1. Terong Ungu
  2. Terong Hijau
  3. Terong Bulat
  4. Terong Telunjuk
  5. Terong Belanda
  6. Terung Putih Jepang
  7. Terung Lalap atau terung Thailand
  8. Terung Jingga atau Terong Turki

Nah itulah jenis terong yang bisa anda pilih untuk dibudidayakan. Setelah memih jenisnya tentunya anda juga perlu mengetahui varietas unggul dari jenis terong yang anda pilih. Memilih benih dari varietas unggul akan memperbesar peluang untuk mendapatkan hasil panen maksimal.

Syarat Tumbuh Tanaman Terong
Bibit Terong

Budidaya tanaman terong untuk tujuan Agrobisnis sangat penting untuk memperhatikan syarat tumbuhnya. Hal ini untuk memastikan agar lahan yang ditanami mampu menunjang pertumbuhan terong secara maksimal serta menghasilkan buah yang lebat serta berkualitas.

  • Suhu: Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman terong berkisar antara 22 hingga 30 derajat celcius.

  • Tanah:Jenis tanah yang baik untuk budidaya tanaman terong adalah tanah lempung berpasir dan gembur. Tanah dengan pH antara 6,8 - 7,3 

  • Intensitas Cahaya: Terong merupakan jenis tanaman sayuran yang membutuhkan penyinaran cahaya matahari yang cukup, tidak terlindung.

  • Curah Hujan: Terong pada dasarnya tidak membutuhkan curah hujan yang tinggi sehingga cocok dibudidayakan pada musim kemarau. Curah hujan antara 85-200mm/ bulan cukup untuk pertumbuhan optimal tanaman terong.

  • Ketinggian Tempat: Dataran rendah merupakan tempat terbaik untuk budidaya tanaman terong, meskipun pada dasarnya terong bisa tumbuh sampai pada ketinggial 1000MdPL.

Cara Menanam Terong Agar Cepat Tumbuh

Budidaya Terong


Setelah memahami syarat tumbuh tanaman terong selanjutnya adalah langkah menanam terong di musim kemarau agar berbuah lebat. Berbeda dengan cara menanam terong di Polybag Ada beberapa point penting yang harus diperhatikan agar budidaya terong di sawah atau lahan luas agar berhasil. Berikut ini langkah-langkahnya.

Pemilihan Benih

Langkah pertama dari proses budidaya terong adalah pemilihan benih. Hal ini sangat penting dilakukan untuk memastikan bahwa benih yang akan ditanam merupakan varietas unggul yang sesuai dengan keinginan. Pada dasarnya setiap varietas memiliki keunggulan tersendiri sehingga dibutuhkan kejelian dalam memilihnya.

Setelah mendapatkan benih dari varietas yang diinginkan selanjutnya memberikan perlakuan khusus pada benih tersebut. Benih terong direndam pada larutan Pupuk Herbafarm Cair Organik selama 3 jam. Selanjutnya dikeringkan dengan cara diangin-anginkan pada ruangan yang tidak terpapar oleh matahari secara langsung. Setelah benih kering maka benih tersebut siap untuk disemaikan.

Perendaman dilakukan sebagai tahap seleksi awal pada bibit untuk mendapatkan bibit yang siap tanam. Benih yang terapung merupakan benih sudah rusak dan tidak bisa tumbuh lagi sementara yang tenggelam adalah benih yang memiliki kualitas yang baik.

Perendaman dengan larutan Pupuk Organik Cair Herbafarm dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit tular bibit.

Penyemaian Bibit Terong

Tahapan penyemaian bibit terong juga sangat menentukan keberhasilan dalam menanam terong pada musim kemarau. Proses penyemaian ini harus dilakukan dengan benar agar benih yang disemaikan dapat tumbuh dengan baik. Selain itu penyemaian ini juga menjadi tahap seleksi kedua pada bibit terong yang memiliki kualitas yang baik untuk ditanam pada lahan nantinya.

Tahap penyemaian terong dimulai dengan mempersiapkan media penyemaian. Media penyemaian yang digunakan sebaiknya mengandung unsur hara organik yang cukup misalnya dengan menggunakan tanah dan tambahan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. 

Selanjutnya media tersebut dimasukkan ke dalam wadah penyemaian bisa menggunakan Polybag, Baki Semai, Pot Tray atau menyemaikan secara langsung dengan membuat bedengan. Untuk penyemaian menggunakan bedengan pastikan mengatur jarak antar benih sekitar 2cm agar pertumbuhannya bisa optimal, tidak berhimpitan dan akarnya tidak saling melilit.

Agar bibit bisa tumbuh maksimal pastikan untuk memenuhi kebutuhan airnya dengan menyiram secara teratur. Penyiraman dapat dilakukan setiap sore sampai tanah pada media semai terlihat lembab. Sebaiknya gunakan sprayer untuk melakukan penyiraman agar tidak merusak struktur tanah pada media semai dan tidak mengganggu pertumbuhan bibit.

Bibit terong yang disemaikan siap dipindahkan ke lahan tanam pada usia 30-45 hari setelah semai. Bisa juga dengan melihat ciri bibit yaitu memiliki 4-5 helai daun.

Pengolahan Tanah

Sambil menunggu bibit siap dipindahkan ke lahan tanam segera lakukan pengolahan tanah agar lahan siap ditanami. Pengolahan lahan dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan tanah yang gembur bebas cendawan dan dan gulma yang dapat menghambat pertumbuhan bibit terong nantinya. Selain itu pada proses pengolahan tanah ini sebaiknya diberikan pupuk organik untuk mempersiapkan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman terong.

Cara mengolah tanah adalah dengan membolak balikkan tanah menggunakan cangkul. Kedalaman yang baik adalah sekitar 20-30cm. Setelah tanah dibolak balik bisa ditambahkan dengan pupuk kandang/ kompos atau Pupuk Herbafarm Granul.

Tanah yang sudah diolah kemudian dibuat bedengan sebagai tempat penanaman. Pembuatan bedengan bertujuan untuk menciptakan drainase disekitar lahan budidaya karena tanaman terong tidak tahan terhadap genangan air. Bedengan dibuat dengan lebar antara 120-140cm dan tingginya sekitar 20-30cm. Sementara jarak antar bedengan adalah 30-50cm. Dengan bedengan seperti ini maka akan tercipta parit yang berfungsi sebagai drainase yang menghindarkan tanaman terong dari genangan air jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Pemasangan mulsa juga sebaiknya dilakukan agar bisa menekan pertumbuhan gulma. Selain itu mulsa juga berperan untuk menjaga kelembaban tanah. Penggunaan mulsa ini sangat berperan dalam pertumbuhan tanaman terong nantinya.

Proses Penanaman

Setelah bibit siap dipindahkan dan lahan tanaman pun sudah dipersiapkan maka langkah selanjutnya adalah melakukan penanaman. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah jarak tanam yang ideal pada musim kemarau adalah 70 x 60 cm. 

Pemindahan bibit dari media penyemaian ke lahan tanam harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan akar tidak terputus. Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam sampai semua akarnya masuk sempurna. Selanjutnya ditutup dengan tanah sampai tidak ada lagi bagian akar yang terlihat.

Perawatan Tanaman

Setelah melakukan penanaman maka langkah selanjutnya adalah pemeliharaan tanaman terong. Bagian ini adalah proses panjang dari budidaya tanaman terong dan sangat menentukan keberhasilannya. Perawatan tanaman terong yang baik tentunya akan menghasilkan tanaman yang tumbuh subur dan berbuah lebat juga.

  • Pembuatan Ajir

Pengajiran dilakukan saat tanaman sudah berusia 30 hari setelah tanam. Ajir dibuat dari bambu dengan panjang yang disesuaikan tinggi tanaman terong. Ajir ditancapkan disekitar tanaman terong untuk menopang terong agar tidak rubuh terutama sudah mulai berbuah.

  • Pengairan

Meskipun tanaman terong tidak membutuhkan terlalu banyak air namun penanaman terong pada musim kemarau tetap harus dilakukan pengairan. Pasokan air disesuaikan dengan debit airnya agar tanah tetap lembab. Oleh karena itu sangat penting mengatur tinggi bedengan agar jarak antar bedengan bisa berfungsi sebagai parit.

  • Penyiangan

Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma yang tumbuh pada lahan budidaya atau sekitar tanaman terong. Meskipun menggunakan mulsa biasanya tetap ada gulma yang tumbuh dan muncul dilubang tanam sekitar tanaman. Gulma yang tumbuh harus segera dicabut agar tidak mengganggu pertumbuhan terong atau menjadi inang bagi hama.

  • Pemupukan

Pemupukan adalah cara yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman terong. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan secara berkala untuk memastikan unsur hara yang ada di dalam tanah mencukupi pada masa generatif dan vegetatif. Sebaiknya gunakan pupuk organik seperti pupuk kandang, kompos atau pupuk Herbafarm granul agar tidak ada residu yang tertinggal dalam tanah yang dapat merusak ekosistem lahan pertanian.

Selain itu pilihan pemupukan juga dapat dilakukan dengan menggunakan Pupuk Organik Cair Herbafarm secara intensif. Pemberian pupuk herbafarm cair mulai dilakukan pada saat tanaman berusia 7 hari setelah tanam, selanjutnya pada 14 HST, 21 HST, 28 HST, 42 HST, dan 56 HST atau sampai terong mulai berbunga. Penggunaan pupuk Herbafarm cair dilakukan dengan dosis 30ml/ tangki 14 liter air. Pemupukan dilakukan dengan teknik penyemprotan pada pagi hari atau sore hari.

  • Pengendalian Hama Dan Penyakit

Salah satu tantangn dari budidaya tanaman terong adalah adanya kemungkinan serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu tahapan budidaya harus dilakukan dengan baik mulai dari pemilihan benih dari varietas unggul, pengolahan tanah yang baik, serta pemberian pupuk yang intensif agar tanaman lebih kebal terhadap serangan hama dan penyakit.

Namun jika langkah pencegahan sudah dilakukan dengan cara tersebut tetapi masih terjadi serangan hama secara massif maka langkah pengendalian perlu dilakukan. Silahkan gunakan pestisida dengan dosis dan cara yang tepat agar tidak merusak ekosistem lahan pertanian.

Jenis hama yang biasanya menyerang tanaman terong adalah sebagai berikut:

  1. Kutu Daun
  2. Kutu Kebul
  3. Penggorok Daun
  4. Oteng-oteng
Sebaiknya lakukan langkah pengendalian secara mekanik atau memanfaatkan pengendalian hayati terlebih dahulu sebelum menggunakan bahan kimia.

Baca juga: Cara Menanam Cabe Agar Tumbuh Subur Dan Berbuah Lebat

Masa Panen Terong

Setelah proses panjang menanam terong pada musim kemarau maka hal yang ditunggu adalah masa panen. Panen sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat untuk menghasilkan buah terong berkualitas. Buah terong yang memiliki kualitas yang baik dipanen pada waktu yang tepat yaitu tidak terlalu tua atau tidak terlalu muda. Cirinya bisa ditandai dengan permukaan kulit yang mengkilat dan buahnya terasa padat saat dipencet.

Sama halnya dengan jenis tanaman sayuran lainnya, buah terong juga tidak tahan penyimpanan dalam waktu lama. Oleh karena itu setelah panen sebaiknya segera dipasarkan. Akan lebih baik jika sudah memiliki rekanan yang siap menampung hasil panen. Penangan hasil panen harus dilakukan dengan hati-hati agar buah terong tidak rusak seperti tergores atau terjatuh karena dapat menyebabkan kebusukan dan tidak layak jual.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama