Lazada 99

Cara Menanam Melon Agar Berbuah Besar

Melon merupakan salah satu jenis buah yang banyak disukai oleh masyarakat. Oleh karena itu potensi bisnis budidaya melon tentu saja memiliki prospek yang sangat bagus. Selain itu jenis tanaman buah ini juga sangat cocok dibudidayakan di Indonesia. Jika anda tertarik untuk mencobanya silahkan ikuti panduan cara menanam melon agar berbuah besar berikut ini.

Cara Menanam Melon

Jenis Melon

Sebelum memulai budidaya tanaman melon lebih baik untuk mencari tahu jenis bibit yang akan ditanam. Melon terdiri dari berbagai jenis yang memiliki karakteristik tersendiri. Oleh karena itu sangat penting untuk memilih yang paling sesuai dengan tujuan budidaya. Adapun jenis buah melon adalah sebagai berikut:
  • Jenis Melon yang paling banyak ditanam di dunia
  1. Honeydew
  2. Cantaloupe
  3. Cavaillon
  4. Japanese Cantalopue
  5. Canary
  6. Persian
  7. Casaba
  8. Crenshaw
  9. Ananas
  10. Korean
  • Jenis Melon Yang Populer Di Indonesia
  1. Melon Hijau
  2. Melon Emas
  3. Melon Madu
  4. Melon Jingga

Syarat Tumbuh Tanaman Melon

Setelah menentukan jenis melon yang akan ditanam maka langkah selanjutnya adalah memahami syarat tumbuhnya. Hal ini penting agar budidaya melon dilakukan pada lokasi dan iklim yang tepat. Adapun syarat tumbuh tanaman melon adalah sebagai berikut.
  • Jenis Tanah: Tanaman melon sangat cocok dibudidayakan pada jenis tanah Andosol, liat berpasir dengan kandungan bahan organik yang tinggi.
  • pH Tanah: pH Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman melon adalah sekitar 5,8-72. 
  • Curah Hujan: Curah hujan yang dibutuhkan oleh tanaman melon untuk tumbuh subur sekitar 1500 - 2500 mm per tahun.
  • Suhu: Untuk dapat tumbuh subur tanaman melon membutuhkan suhu antara 25-30 derajat celcius.
  • Ketinggian: Melon dapat dibudidayakan pada dataran rendang dengan ketinggian antara 250-800 meter diatas permukaan laut.

Cara Menanam Melon Dan Perawatannya

Pohon Melon Baru Tanam

Budidaya tanaman melon pada dasarnya hampir sama dengan jenis tanaman musiman lainnya. Hal penting yang harus diperhatikan adalah jenis bibit yang digunakan, pengolahan lahan yang tepat, pengaturan jarak tanam melon serta langkah pemeliraan yang intensif. Adapun cara menanam melon dan pemeliharaannya adalah sebagai berikut.

Persiapan Bibit Melon

Bibit melon berkualitas menjadi salah satu kunci sukses dalam budidaya tanaman buah yang berbentuk bulat ini. Oleh karena itu sangat penting melakukan persiapan bibit yang tepat. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
  • Pemilihan Benih

Benih melon yang dibudidayakan sebaiknya benih hibrida dengan tingkat kemurnian mencapai 95%, daya kecambah minimal 80%, bebas biji gulma,belum kadaluarsa, tidak cacat, benih harus sehat dan yang paling penting adalah bebas dari hama dan penyakit.

Benih yang digunakan sebaiknya dibeli dari toko tani dengan kualitas unggul. Penggunaan benih tidak disarankan menggunakan biji dari buah melon dari hasil panen karena kualitasnya akan menurun. Benih hibrida yang dijual dipasaran biasanya hanya untuk satu kali penanaman.

  • Persiapan Benih
Setelah mendapatkan benih berkualitas maka langkah selanjutnya adalah memberikan perlakukan khusus pada benih tersebut. Perlakuan yang diberikan adalah dengan melakukan perendaman pada larutan pupuk herbafarm cair selama 5 jam. Perendaman dilakukan dengan tujuan untuk menghindarkan dari penyakit tular bibit. Selain itu perendaman dengan larutan herbafarm bertujuan untuk memberikan nutrisi awal untuk mempercepat perkecambahan.
  • Persiapan Media Semai
Media semai yang digunakan adalah tanah yang sudah dicampurkan dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Media semai tersebut dimasukkan ke dalam Polybag ukuran 8x10 atau wadah khusus penyemain. Selanjutnya tambahkan Pupuk Herbafarm Granul sebanyak 100 Gram untuk setiap Polybag. Siram sampai tanah terlihat basah atau lembab. Selanjutnya diamkan selama 1 minggu dan media semai siap digunakan.
  • Proses Penyemaian
Setelah benih dan media semai sudah disiapkan maka langkah selanjutnya adalah proses penyemaian. Masukkan benih ke dalam Polybag dengan kedalaman sekitar 2 cm. Bagian runcing dari benih tersebut ditempatkan pada bagian bawah. Selanjutnya tutup dengan tanah halus lalu siram sampai basah menggunakan sprayer. Benih akan tumbuh menjadi bibit berkualitas dan siap dipindahkan ke lahan tanam setelah 2 minggu atau bibit sudah mempunyai 2-4 helai daun.

Pengolahan Lahan

Bagian penting dari proses menanam melon yang harus diperhatikan oleh pemula adalah pengolahan tanah. Tanaman buah ini sangat menyukai tanah yang gembur oleh karena itu perlu dilakukan penggemburan tanah sebelum memindahkan bibit ke lokasi budidaya. Adapun cara pengolahan tanah yang benar adalah sebagai berikut:

  1. Bajak tanah dengan kedalam sekitar 20 cm dengan cara membolak balikkannya sampai tanah mulai terlihat gembur.
  2. Taburkan pupuk herbafarm granul secara merata pada tanah yang sudah digemburkan dengan dosis 15 kilogram per hektar.
  3. Buat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 20 dan jarak antar bedengan 50 cm.
  4. Buat parit pada jarak antar bedengan agar tidak terendam air pada musim hujan.
  5. Tutup bedengan dengan menggunakan mulsa untuk menjaga kelembaban dan mencegah pertumbuhan gulma.

Proses Penanaman

Setelah mendapatkan bibit melon berkualitas dan menyiapkan lahan tanam dengan benar maka langkah selanjutnya adalah proses penanaman. Penanaman dilakukan 2 minggu setelah proses olah tanah. Buat lubang tanam pada bedengan yang sudah ditutupi dengan mulsa. Jarak tanam melon yang ideal adalah 70x60 cm. Bibit dimasukkan ke dalam lubang yang sudah dibuat, selanjutnya ditutup dengan tanah lalu disiram.

Perawatan Tanaman melon

Tahapan terakhir dan juga sangat penting dalam proses budidaya melon adalah perawatan tanaman. Bagian ini sangat penting dan juga merupakan proses panjang yang harus dilakukan dengan intensif. Adapun beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam perawatan tanaman melon adalah sebagai berikut:

  • Pengajiran
Pengajiran harus segera dilakukan pada awal penanaman karena tanaman buah yang satu ini terbilang cukup cepat pertumbuhannya. Setelah berumur 3 hari setelah tanam harus segera dilakukan pengajiran dengan menggunakan kayu atau bambu dengan panjang sekitar 1,5 meter. Pemasangan ajir dibuat dengan membentuk menyilang pada bagian atas lalu diberikan bambu panjang mengikuti panjang bedengan.
  • Penyiraman
Pohon melon baru tumbuh membutuhkan air yang cenderung lebih banyak untuk bisa cepat tumbuh. Lakukan penyiraman setiap 2 kali sehari pada saat setelah tanam sampai tanaman melon berusia 1 minggu. Selanjutnya penyiraman dilakukan setiap 2 kali sehari. Penyiraman dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca saat proses budidaya. Penyiraman dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kelembaban tanah dan memuni kebutuhan air tanaman.
  • Penyiangan
Pengendalian rumput liar harus dilakukan dengan segera agar tidak menjadi saingan bibit yang ditanam untuk mendapatkan nutrisi dari dalam tanah. Penyiangan gulma harus dilakukan secara berkala agar tidak ada rumput yang tumbuh tinggi bahkan melebihi tinggi bibit melon.
  • Pemupukan
Hal yang tak kalah pentingnya harus dilakukan adalah pemberian pupuk. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk Herbafarm Cair. Dosis pemupukan herbafarm untuk tanaman melon adalah 30 ml untuk 1 tangki berisi 14 liter air. Teknik pemupukan dilakukan adalah dengan menyemprotkan secara merata pada tanaman dan area sekitar pengakaran. Pemupukan dilakukan setiap minggu pada pagi hari sebelum pukul 08.00 atau sore hari setelah pukul 16.00.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menggunakan pestisida kimia apabila terjadi serangan yang masif. Agar terhindar dari serangan hama dan penyakit sebaiknya melakukan teknik budidaya yang tepat dengan menjaga kebersihan lahan budidaya dari rumput liar, genangan air dan benda-benda yang bisa menjadi vektor atau perantara.

Baca juga: Cara Budidaya Anggur Untuk Pemula Agar Cepat Berbuah.

Cara Panen Buah Melon

Umur Tanam Melon

Umur tanam melon yang siap dipanen adalah 3 bulan. Tentu saja dengan memperhatikan ciri-ciri buahnya seperti net pada kulit telah terbentuk sempurna, kulit buah berwarna cerah, mengeluarkan aroma yang kuat, buah terasa lunak apabila ditekan. Cara panen belon melon harus dilakukan dengan hati-hati agar proses penyimpanan setelah panen bisa lebih lama. Pastikan menggunakan gunting atau pisau tajam untuk memotong tangkai buah yang membentuk huruf T.

Itulah cara menanam melon agar berbuah besar, semoga bisa memberikan tambahan pengetahuan dalam budidaya tanaman buah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama