Lazada 99

Cara Menanam Kopi Agar Tumbuh Subur Dan Berbuah Lebat

Kopi merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman penghasil buah dengan rasa yang pahit ini memiliki permintaan yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh penikmat kopi yang sangat banyak dan dari semua golongan. Oleh karena itu peluang agrobisnis tanaman kopi cukup menjanjikan. Lalu seperti apa cara menanam kopi agar menghasilkan buah yang lebat? Silahkan simak ulasannya berikut ini!

Cara Menanam Kopi

Jenis Tanaman Kopi

Tanaman kopi yang familiar di kalangan masyarakat Indonesia dan juga sebagian petani kopi adalah Kopi arabika dan Robusta. Belakangan mulai juga dikenal jenis kopi Liberika. Sementara persilangan antara kopi arabika dan robusta menghasilkan varian kopi baru, sementara itu dari lokasi penanamannya mulai juga dikenal nama-nama kopi karena memiliki cita rasa dan ciri khas tersendiri. Adapun juga jenis tanaman kopi yang terkenal adalah sebagai berikut.
  • Kopi Arabika
  • Kopi Robusta
  • Kopi Catimor
  • Kopi Liberika
  • Kopi Kolombia
  • Kopi Gayo
  • Kopi Jamaika
  • Kopi Excelsa
  • Kopi Toraja
  • Kopi Gesha
  • Kopi Luwak
  • Kaopi Catuai
  • Kopi Pacamara

Syarat Tumbuh Tanaman Kopi

Jenis kopi yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah Kopi Robusta dan Arabika. Kedua jenis kopi ini memiliki perbedaan syarat tumbuh tersendiri. Kopi robusta lebih cocok di tanam pada daerah dataran rendah dengan iklim hangat sementara kopi robusta idealnya di tanam pada lahan yang berada di dataran tinggi dengan iklim sejuk.

Silahkan Baca Selengkapnya:

Cara Menanam Kopi Yang Benar

Bibit Kopi

Cara menanam kopi harus disesuaikan antara lokasi lahan dan jenis bibitnya. Artinya bahwa jika lahan anda berada di dataran rendah maka yang cocok adalah kopi robusta sementara jika anda berada di daerah dataran tinggi maka tanamlah kopi arabika. Selain itu kandungan unsur hara dalam tanah juga penting untuk diperhatikan maka sebaiknya lakukan persiapan lahan tanam dengan maksimal. Pemberian pupuk secara teratur akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman kopi. Selain itu perawatan intensif juga sangat dibutuhkan agar tanaman kopi bisa tumbuh subur dan menghasilkan buah yang lebat.

Persiapan Bibit Kopi

Budidaya kopi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara generatif (menggunakan biji) atau secara vegetatif dengan cara Stek, Cangkok, Okulasi dan Kultur jaringan. Pembiakan secara generatif lebih banyak dipilih oleh petani di Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan. Pertama akar tunggang akan tumbuh dengan sempurna sehingga tanaman menjadi lebih kokoh. Kedua prosesnya lebih mudah dan sudah biasa dilakukan sehingga tingkat keberhasilannya lebih besar.

  • Pemilihan Benih

Memilih biji kopi yang akan dijadikan benih harus dilakukan secara ketat agar mendapatkan benih yang memiliki kualitas yang baik dengan daya tumbuh sempurna. Jika anda tidak ingin repot akan proses sortir maka pilihannya adalah membeli benih benih varietas unggul dari toko pertanian. Namun jika anda tetap ingin memulai semua prosesnya dari awal maka silahkan lakukan pemilihan benih dengan cara berikut ini:

  1. Temukan tanaman induk dengan kualitas yang baik, tumbuhan sehat, tumbuh subur dan tidak terserang hama. Anda bisa mencarinya melalui rekan yang sudah lebih dahulu membudidayakan tanaman kopi.
  2. Sebaiknya tanaman induk yang dipilih adalah tanaman yang ditanaman dari persilangan pertama (F1).
  3. Jika sudah menemukan tanaman induk yang tepat maka langkah selanjutnya adalah memilih buah kopi yang telah matang sempurna di pohonnya. Pastikan tidak ada cacat pada kulit buahnya, warna cerah dan mulus, serta berukuran normal dan seragam.

Setelah menemukan benih kopi yang akan dijadikan sebagai bibit maka langkah selanjutnya adalah proses pembenihan. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Kupas kulit buah dengan cara memasukkan ke dalam karung goni lalu dimasukkan ke dalam air hingga basah semua. Selanjutnya angkat karung yang berisi kopi lalu injak-injak sampai kulit buahnya terkelupas.
  2. Bersihkan biji kopi dari lendirnya dengan cara mencucinya atau gosok dengan menggunakan abu.
  3. Rendam biji kopi tersebut ke dalam air, lalu buang biji yang mengapung.
  4. Pilih biji kopi yang berukuran seragam, pisahkan biji kopi yang terlalu besar atau terlalu kecil.
  5. Biji kopi yang berukuran seragam tersebut akan digunakan sebagai benih, keringkan dengan cara diangin-anginkan selama 1-2 hari. Pastikan tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung.
  6. Setelah kering rendam kembali biji kopi yang sudah diseleksi tersebut dengan menggunakan larutan pupuk herbafarm cair dengan dosis 10 ml untuk 5 liter air. Perendaman dilakukan selama 1-2 jam.
  7. Benih kopi bisa segera disemaikan. Namun apabila media semainya belum siap maka bisa disimpan di tempat kering, sejuk dan gelap. Batas toleransi penyimpanan maksimal sampai 6 bulan.
Penggunaan larutan pupuk herbafarm cair bertujuan untuk mencegah penyakit tular bibit dan mempercepat perkecambahan.

  • Persiapan Media Semai

Media semai sebaiknya dipersiapkan dengan baik agar daya tumbuh benih kopi lebih maksimal. Pemilihan tempat yang tepat, penggunaan media semai yang cocok serta perawatan media semai menjadi kunci penting.

  1. Pilih lokasi penyemaian yang terdapat pohon peneduh, atau anda bisa membuat peneduh sendiri.
  2. Buat bedengan dengan menggunakan tanah yang sudah digemburkan dan ditambahkan dengan pupuk kandang atau kompos.
  3. Lebar bedengan yang disarankan adalah 1 meter dengan panjang menyesuaikan dengan lokasi anda.
  4. Taburkan secara merata pupuk herbafarm granul di atas bedengan lalu siram sampai tanah terlihat basah dan lembab.
  5. Diamkan media semai selama 1 minggu sebelum melakukan penyemaian.
Pemakaian pupuk herbafarm granul bertujuan untuk mencegah penyakit tular tanah dan menyiapkan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bibit kopi.

  • Proses Penyemaian

Setelah benih siap dan media penyemaian pun sudah disiapkan maka langkah selanjutnya adalah proses penyemaian.

  1. Buat larikan dengan jarak 3 x 5 cm. Jarak tanam antar baris adalah 3 cm sedangkan jarak antar larik adalah 5 cm.
  2. Cara menanam biji kopi dilakukan dengan membenamkannya ke dalam tanah sedalam 1 cm dengan bagian punggung menghadap ke atas.
  3. Untuk menjaga kelembaban tanah sebaiknya tutup dengan jerami secara merata sebagai mulsa alami.
  4. Lakukan penyiraman dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Sebaiknya penyiraman menggunakan air sumur, bukan air PDAM.

Biji kopi mulai berkecambah pada saat berumur 3-8 minggu setelah semai, tergantung jenis kopi atau varietas yang dibudidayakan. Ada dua fase perkecambahan yang akan terjadi yaitu fase serdadu dan fase kapelan. Fase serdadu ditandai dengan munculnya kecambah berbentuk seperti biji bulat dan seakan berhenti tumbuh. Fase kapelan akan terjadi 1 bulan kemudian ditandai dengan munculnya dua lembar daun kecil.

  • Proses Pembibitan

Pada fase kapelan, bibit kopi bisa dipindahkan ke media pembibitan lain seperti Polybag. Tujuannya adalah untuk memudahkan proses penanaman nantinya. Adapun cara pemindahannya adalah sebagai berikut:

  1. Langkah pertama adalah menyiapkan tempat pembibitan terlebih dahulu yang beratap paranet 1 lapis. Penggunaan paranet bertujuan untuk mencegah sinar matahari dan air hujan secara langsung.
  2. Siapkan Polybag dan masukkan media pembibitan dengan menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
  3. Tambahkan pupuk herbafarm granul sebanyak 20 gram setiap polybag.
  4. Simpan polybag pada tempat pembibitan yang sudah disiapkan dengan jarak antar polybag 1 meter.
  5. Diamkan selama satu minggu lalu mulai proses pemindahan bibit.
  6. Cungkil tanah disekitar bibit yang akan dipindahkan, jangan dicabut agar akarnya tidak rusak.
  7. Masukkan bibit ke dalam Polybag yang sudah disiapkan.
  8. Lakukan perawatan dengan cara melakukan penyiraman secara rutin setiap 1-2 kali sehari. Selain itu semprotkan pupuk herbafarm cair dengan dosis 30 ml untuk 1 tangki berisi 14 liter air setiap minggu.
  9. Umur bibit kopi siap tanam setelah dipindahkan ke Plolybag adalah 8-9 bulan.

Selain melakukan proses penyemaian sendiri anda bisa membeli bibit kopi yang siap tanam. Tentunya pilihan ini bisa anda lakukan jika lahan yang akan digunakan sudah siap tanam dan tidak sempat lagi melakukan pembibitan yang memakan waktu lumayan lama.

Persiapan Lahan Tanam

Persiapan lahan tanaman adalah proses penting yang harus dilakukan dengan baik agar bibit kopi mempunyai tempat tumbuh yang sesuai. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan adalah ketersediaan pohon pelindung, pH tanah yang sesuai dengan jenis kopi yang akan di tanam, serta tingkat kesuburan tanahnya.

  • Penanaman Pohon Pelindung

Pohon pelindung sangat dibutuhkan oleh tanaman kopi karena tidak menyukai sinar matahari penuh dan intens. Oleh karena itu keberadaan pohon pelindung akan membantu mengatur intensitas cahaya matahari yang masuk. Selain itu daun-daun dari pohon pelindung yang berjatuhan akan menjadi pupuk kompos saat terurai nantinya. Pohon pelindung yang biasanya digunakan adalah pohon dadap, lamtoro dan sengon.

  • Pembuatan Lubang Tanam

Lubang tanam harus dipersipakan jauh sebelum proses penanaman. Persiapan lubang tanam ini bertujuan untuk menyiapkan nutrisi untuk bibit agart bisa tumbuh dengan baik. Cara membuat lubang tanam kopi adalah sebagai berikut:

  1. Lubang tanam digali sejak 3-6 bulan sebelum melakukan pemindahan bibit.
  2. Ukuran lubang tanam adalah 60 x 60 x 60 cm.
  3. Tanah bagian atas dan bagian bawah dipisahkan.
  4. 2 bulan sebelum melakukan pemindahan bibit campurkan tanah bagian bawah dengan belerang untuk mendapatkan pH tanah yang ideal.
  5. Selanjutnya masukkan kembali tanah yang sudah dicampur dengan belerang tersebut ke dalam lubang.
  6. 1 bulan sebelum pemindahan bibit campurkan tanah bagian atas dengan pupuk Herbafarm Granul sebanyak 100 gram. Anda juga bisa menambahkan pupuk kandang atau kompos jika ada.

Proses Penanaman

Setelah lubang tanam disiapkan dan bibit pun sudah cukup umur untuk ditanam maka tahapan selanjutnya adalah proses penanaman. Untuk mengurangi penguapan anda bisa memangkas daun pada bibit kopi dengan menyisakan 2-3 daun saja. Pastikan memotong daun dengan menggunakan gunting yang tajam.

Buat lubang dalam lubang tanam atau pada bagian tanah bawah yang sudah dimasukkan sebelumnya. Ukuran lubang disesuaikan dengan perakaran bibit agar bisa masuk sempurna, atau sesuai dengan ukuran Polybag.

Buka atau robek Polybag dengan hati-hati agar tidak melukai atau merusak akar bibit. Selanjutnya masukkan ke dalam lubang yang sudah disiapkan. Tutup dengan menggunakan tanah bagian atas dan pastikan bibit berdiri dengan kokoh. Selanjutnya siram dengan menggunakan sprayer sampai tanah terlihat basah dan lembab.

Perawatan Tanaman Kopi

Proses paling panjang dari budidaya tanaman kopi adalah perawatan tanaman. Perawatan tanaman kopi ini harus dilakukan secara intensif terutama pada awal masa tanam. Adapun langkah-langkah perawatan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Penyiraman

Penyiraman harus tetap dilakukan meskipun pada dasarnya tanaman kopi toleran terhadap kondisi minim air. Penyiraman harus dilakukan secara berkala terutama pada masa awal tanam. Meski penyiraman tidak harus dilakukan setiap hari anda sebaiknya membuat jadwal penyiraman sampai tanaman berusia 6 bulan setelah tanam. Setidaknya melakukan penyiraman setiap 1 atau 2 kali seminggu terutama pada musim kemarau. Pastikan air tidak menggenang di sekitar batang tanaman karena akan menyebabkan pembusukan akar.

  • Penyiangan

Penyiangan sangat penting dilakukan terutama bagi tanaman kopi yang masih muda. Sebaiknya melakukan penyiangan setiap 2 minggu sekali untuk memastikan tanaman kopi bisa tumbuh subur. Gulma atau rumput liar bisa menjadi kompotitor bibit yang baru tanam untuk menyerap nutrisi atau unsur hara yang ada di dalam tanah. Pada tanaman kopi yang sudah besar gulma atua rumput liar bisa dimanfaatkan sebagai penutup tanah.

  • Penyulaman

Saat melakukan pembibitan pastikan menyiapkan bibit cadangan sekitar 10% dari kebutuhan lahan. Jadi, ketika ada bibit yang mati setelah pemindahan ke lahan tanam bisa langsung diganti dengan bibit baru yang memiliki pertumbuhan seragam. Selain itu bibit cadangan tersebut harus tetap dirawat sampai tanaman di lahan tanam berumur 3 bulan.

  • Pemangkasan

Pemangkasan tanaman kopi dilakukan untuk menjaga tingkat kelembaban pada area perkebunan kopi. Bagian yang dipangkas adalah pohon kopi yang terlalu rimbun atau cabang airnya. Selain pemangkasan pada tanaman kopi, pemangkasan juga dilakukan pada pohon pelindung. Pohon pelindung sebaiknya dipangkas pada saat memasuki musim penghujan agar kondisi lahan tidak terlalu lembab.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman kopi untuk tumbuh subur dan menghasilkan buah yang lebat. Oleh karena itu proses pemupukan harus dilakukan dengan rutin. Pupuk buah kopi agar berbuah lebat adalah dengan menggunakan kombinasi antara herbafarm cair dan herbafarm granul.

Cara pemberian pupuk disesuaikan dengan usia tanaman. Tanaman kopi yang belum produksi dipupuk setiap 2-3 bulan sekali dengan menggunakan pupuk cair herbafarm. Teknik pemupukan dengan cara penyemprotan pada bagian bawah tanaman dan area pengakaran. Dosis yang digunakan adalah 30 ml untuk 1 tangki berisi 14 liter air. Pemupukan dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 08.00 atau sore hari setelah pukul 16.00.

Tanaman kopi yang sudah produksi dipupuk dengan menggunakan kombinasi antara pupuk herbafarm granul dan cair. Herbafarm granul diaplikasikan dengan cara menaburkan atau membenamkan ke dalam tanah disekitar area pengakaran dengan jarak sekitar 1 meter atau sejajar dengan bagian daun terluar. Dosis yang digunakan adalah 4-8 sendok makan perpohon, menyesuaikan besar kecilnya tanaman. Pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu pada awal musim hujan dan akhir musim hujan.

Pemupukan menggunakan herbafarm cair dilakukan dengan cara menyiramkan ke sekitar area pengakaran dengan jarak sekitar 1 meter dari batang pohonnya. Dosis yang digunakan adalah 2-4 tutup botol (20-40ml) per pohon. Bisa juga dicampurkan dengan air 1-5 liter air. Pemupukan dilakukan setiap 3 bulan sekali.

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Selain menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman kopi, pencegahan dan pengendalian hama juga harus dilakukan dengan baik. Pengendalian hama bisa dilakukan dengan cara biologis dan kimiawi serta pemanfaatan musuh alami hama. Pengendalian secara kimiawi sebaiknya menjadi pilihan terakhir untuk menjaga ekosistem perkebunan kopi.

Jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kopi adalah sebagai berikut:

  1. Hama Bubuk Kopi
  2. Kutu Hijau
  3. Kutu Cokelat
  4. Kutu Putih
  5. Penggerek Batang Merah
  6. Penggerek Cabang Dan Ranting
  7. Penyakit Karat Daun
  8. Bercak Daun
  9. Busuk Daun
  10. Busuk Cabang
  11. Jamur Upas
  12. Jamur Akar Cokelat

Masa Panen Buah Kopi

Panen Buah Kopi

Kopi merupakan jenis tanaman perkebunan atau tanaman jangka panjang yang memiliki umur produktif sampai 20 tahun. Umur produktif ini bisa bergantung pada sumber atau cara pembibitan serta cara perawatan setelah tanam. Tanaman kopi mulai produksi pada saat berumur 2,5 - 4 tahun tergantung dari jenisnya. Biasanya kopi robusta lebih cepat berbuah yaitu pada saat berumur 2,5-3 tahun setelah tanam. Sementara kopi arabika akan mulai berbuah pada saat berumur 3 - 4 tahun setelah ditanam.

Panen buah kopi dilakukan secara manual pada buah kopi yang telah masak. Buah kopi siap panen bisa ditandai dari perubahan warnanya. Pemetikan buah kopi bisa berlangsug selama 4-5 bulan. Untuk buah pertama biasanya buahnya belum terlalu banyak. Puncak produksi buah kopi biasanya terjadi pada saat berumur 7-9 tahun.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama