Lazada 99

Cara Menanam Kapulaga Agar Berbuah Lebat

Kapulaga merupakan salah satu jenis tanaman rempah yang memiliki nilai jual tinggi. Tanaman rempah ini memiliki potensi bisnis yang besar karena dibutuhkan untuk industri makanan, minuman, farmasi dan farfum. Maka tidak heran ketika saat ini mulai banyak petani yang membudidayakan tanaman tersebut. Jika anda tertarik untuk membudidayakannya silahkan ikuti panduan Cara menanam Kapulaga Agar Berbuah Lebat berikut ini.

Cara Menanam Kapulaga


Jenis Kapulaga

Sebelum memulai untuk membudidayakan tanaman kapulaga terlebih dahulu untuk mengetahui jenis yang akan dibudidayakan. Jenis kapulaga yang bisa dikembangkan di Indonesia ada dua yaitu Kapulaga Sabrang dan kapulaga lokal. Kapulaga sabrang dikenal juga dengan kapulaga India sementara kapulaga lokal biasa disebut dengan kapulaga jawa.

Syarat Tumbuh Kapulaga

Setelah menentukan jenis kapulaga yang akan dibudidayakan maka sangat penting untuk mengetahui syarat tumbuhnya. Syarat tumbuh kapulaga akan sangat berpengaruh terhadap tingkat kesuburan dan produksi tanaman rempah tersebut. Adapun syarat tumbuhnya adalah sebagai berikut:
  • Jenis Tanah: Tanaman kapulaga dapat tumbuh dengan baik pada jenis tanah Latosol, Andosol, Aluvial dan Podsolik. Tekstur tanah lempung liat atau lempung berpasir dengan kandungan humus yang banyak.
  • pH Tanah: Kapulaga lebih cocok ditanam pada pH tanah sedikit asam dengan kisaran antara 5,6-68.
  • Curah Hujan: Curah hujan optimal untuk budidaya kapulaga adalah sekitar 2500 - 4000 mm per tahun.
  • Suhu: Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman kapulaga adalah 20-30 derajat celcius.
  • Ketinggian: Kapulaga dapat tumbuh pada ketinggian antara 200-1000 dengan pertumbuhan optimal pada lokasi dengan ketinggian 300-500 meter diatas permukaan laut.

Cara Budidaya Tanaman Kapulaga

Pohon Kapulaga

Budidaya kapulaga dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara generatif atau dari biji dan vegetatif atau dari anakan. Memulai budidaya kapulaga sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan karena tanaman

Persiapan Bibit

Bibit kapulaga yang berasal dari biji disemaikan terlebih dahulu sampai tanaman mencapai tinggi sekitar 30-50 cm atau sekitar 10 bulan. Sementara bibit yang berasal dari anakan dipilih dari tanaman yang telah berusia 12 bulan dan telah memiliki 4-8 helai daun dengan tinggi sekitar 50 cm.

Penanaman Tanaman Pelindung

Tanaman rempah yang satu ini tidak tahan terhadap paparan sinar matahari secara langsung. Oleh karena itu dibutuhkan tanaman pelindung untuk menyaring sinar matahari dan juga untuk menjaga tingkat kelembaban pada lahan budidaya. Tanaman pelindung yang digunakan sebaiknya adalah tanaman produktif atau memiliki nilai ekonomis.

Jenis tanaman pelindung yang bisa digunakan seperti tanaman penghasil kayu dan penghasil buah. Jadi, selain mendapatkan keuntungan dari budidaya kapulaga juga bisa mendapatkan hasil dari penjualan kayu atau buah.

Penanaman pohon pelindung sebaiknya dilakukan 1 atau 2 tahun sebelum budidaya kapulaga. Jarak tanam ideal tanaman pelindung adalah 5-10 meter tergantung jenis tanaman yang digunakan. Semakin rimbun tanaman pelindung maka semakin lebar juga jarak tanamnya.

Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan tanam sangat penting dilakukan untuk menyesuaikan kondisi tanah dengan syarat tumbuh tanaman kapulaga. Adapun cara olah tanah yang tepat adalah sebagai berikut:

  1. Gemburkan tanah dengan cara mencangkulnya dengan kedalam 5-8 cm.
  2. Selanjutnya buat bedengan dengan lebar 250cm dan tinggi 30cm.
  3. Tebarkan secara merata Pupuk Herbafarm granul dengan dosis 15 kg per hektar.
  4. Siram bedengan secara merata sampai tanah terlihat basah.
  5. Diamkan selama 1 minggu dan lahan siap ditanami.

Proses Penanaman

Setelah melakukan olah tanah dan bibit sudah disiapkan maka saatnya proses penanaman. Cara penanamannya sangat mudah. Siapkan lubang tanam dengan kedalaman sekitar 5cm selanjutnya masukkan bibit pada lubang tersebut. Tutup dengan tanah sampai seluruh rimpangnya tertutup sempurna. Siram dengan air hingga tanah terlihat basah atau lembab.

Perawatan Tanaman Kapulaga

Pertumbuhan tanaman kapulaga akan sangat bergantung pada teknik perawatannya. Perawatan intensif akan menghasilkan tanaman kapulaga yang tumbuh subur dan berbuah lebat.

  • Pengendalian Gulma

Sama halnya dengan budidaya tanaman rempah lainnya, penyiangan gulma perlu dilakukan terutama pada tanaman yang masih muda. Rumput liar yang tumbuh dibedengan atau sekitar tanaman kapulaga segera dicabut. Gulma yang tumbuh terlalu tinggi dapat mengganggu pertumbuhan kapulaga karena bisa menjadi saingan dalam menyerap nutrisi dalam tanah. Selain itu tumbuhan liar berpotensi sebagai inang bagi hama yang akan menyerang kapulaga.

  • Penyiraman
Agar tanaman kapulaga tumbuh subur perlu dilakukan secara berkala. Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari untuk menjaga tingkat kelembaban tanah dan memenuhi kebutuhan air tanaman terutama pada tanaman yang masih muda. Setelah tanaman mulai besar penyiraman bisa dikurangi yaitu cukup 1 kali sehari atau 1 kali 2 hari. Penyiraman dilakukan dengan memperhatikan kondisi musim pada saat budidaya.
  • Pemupukan

Pemupukan tanaman kapulaga harus dilakukan secara rutin agar kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi dengan baik. Pemupukan lanjutan dapat menggunakan pupuk organik herbafarm cair dengan cara sebagai berikut:

  1. Siapkan larutan pupuk herbafarm cair dengan dosis 30ml (3 tutup botol) untuk 1 tangki berisi 14 liter air.
  2. Campuran herbafarm dan air tersebut diaduk sampai homogen sekitar 1 menit.
  3. Larutan herbafarm tersebut disemprotkan pada tanaman secara merata sampai tanah pada area pengakaran terlihat basah atau lembab.
  4. Pemyemprotan dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 08.00 atau sore hari setelah pukul 16.00.
  5. Pemupukan dilakukan secara teratur yaitu setiap minggu sampai tanaman berusia 3 bulan dan setiap 2 minggu pada bulan selanjutnya.

  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang menyerang tanaman kapulaga adalah kutu, ulat pemakan daun, penggerek akar rimpang, penggerek batang, penggerek buah, burung, dan kumbang pemakan daun. Sementara penyakit yang sering ditemukan pada tanaman rempah ini adalah penyakit busuk akar, busuk daun, dan mozaik yang disebabkan oleh virus.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman kapulaga dilakukan dengan teknik budidaya yang tepat. Jika serangan hama dan penyakit sangat besar maka lakukan pengendalian dengan menggunakan insektisida. Perlu diperhatikan penggunaan harus sesuai dengan dosis dan juga jenis hamanya.

Baca juga: Cara Budidaya Jahe Merah Di Lahan Terbuka.

Masa Panen Kapulaga

Biji Kapulaga

Panen kapulaga dilakukan saat tanaman berusia 1,5-2 tahun setelah tanam. Ciri-ciri tanaman kapulaga yang siap panen adalah sebagai berikut:

  1. Buah kapulaga mulai berwarna merah keunguan.
  2. Kulit buah mulai terlihat kusut atau keriput.
  3. Buahnya mulai keras jika dipijat.
Itulah cara menanam kapulaga agar berbuah lebat. Selalu upayakan teknik budidaya tanaman secara organik agar hasil panen bisa diserap oleh industri farmasi, obat, dan bahkan bisa menjadi komoditas ekspor.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama