Lazada 99

Cara Menanam Jahe Merah Di Lahan Terbuka

Jahe merah merupakan salah satu jenis tanaman yang cocok ditanam pada lahan terbuka. Tanaman Obat ini banyak diminati oleh petani karena permintaannya yang cukup tinggi terutama untuk industri obat-obatan. Harga jual hasil panen yang cenderung tinggi juga menjadi salah satu pertimbangan karena bisa mendatangkan keuntungan yang besar. Jika anda tertarik untuk membudidayakan tanaman yang biasa digunakan sebagai rempah-rempah ini silahkan ikuti panduan Cara Menanam Jahe Merah berikut ini!

Cara Menanam Jahe Merah


Syarat Tumbuh Jahe Merah

Sebelum lanjut pembahasan tentang cara budidaya jahe merah untuk pemula terlebih dahulu harus memahami syarat tumbuh tanaman tersebut. Hal ini sangat penting agar lokasi yang dipilih sesuai dengan pertumbuhan optimalnya sehingga hasil panen bisa maksimal. Berikut ini syarat tumbuh tanaman jahe merah agar hasil panen melimpah.
  • Jenis Tanah: Jahe merah dapat tumbuh subur pada jenis tanah Andosol dan Latosol yang subur dan gembur serta memiliki banyak kandungan bahan organik.
  • pH Tanah: pH Tanah yang ideal untuk pertumbuhan tanaman jahe merah adalah 6,8 - 7,0.
  • Curah Hujan: Tanaman jahe merah membutuhkan curah hujan relatif tinggi dengan intesitas antara 2500-4000 mm/ tahun.
  • Suhu: Suhu ideal yang dibutuhkan tanaman jahe merah untuk tumbuh dengan baik adalah suhu sedang sampai panas dengan kisaran antara 19-30 derajat celcius.
  • Ketinggian: Jahe merah dapat ditanam pada dataran rendah dan dataran tinggi dengan ketinggian antara 0-1700 meter diatas permukaan laut dengan kondisi ideal pada lokasi dengan ketinggian antara 200-600 meter diatas permukaan laut.

Cara Menanam Jahe Merah Agar Hasil Melimpah

Bibit Jahe Merah

Setelah memahami syarat tumbuh tanaman jahe merah maka saatnya mulai membudidayakan tanaman obat tersebut. Jahe merah dapat dibudidayakan dengan dua cara yaitu dengan menanamnya di tanah atau menggunakan Polybag atau karung. Anda bisa memilih salah satunya dengan menyesuaikan kondisi lahan yang dimiliki.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dengan benar saat budidaya tanaman rempah yang satu ini agar hasil panen melimpah. Silahkan ikuti langkah-langkahnya berikut ini.

Persiapan Bibit Jahe Merah

Langkah awal budidaya tanaman jahe merah dengan skala besar adalah pemilihan benih berkualitas. Kualitas benih yang akan digunakan akan sangat menentukan pertumbuhan dan produksi nantinya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan benih yang berkualitas adalah sebagai berikut:

  1. Pilih benih dari tanaman jahe merah yang tumbuh dengan subur, memiliki daun yang banyak dan berwarna hijau, tanaman tumbuh kokoh, segar dan sehat.
  2. Rimpang yang akan dijadikan benih diambil dari tanaman yang sudah cukup umur yaitu sekitar 10-12 bulan.
  3. Jahe merah yang akan dijadikan benih memiliki rimpang yang berukuran besar dan seragam.
  4. Kandungan kadar airnya banyak yang bisa dilihat dari kondisi rimpang yang terlihat segar dan tidak berkerut.
  5. Rimpang jahe merah tidak memiliki cacat baik akibat serangan hama dan penyakit maupun goresan benda-benda tertentu.
  6. Warna rimpang terlihat merah cerah.

Setelah mendapatkan rimpang yang akan dijadikan benih selanjutnya memberikan perlakuan pada benih jahe merah tersebut.

  1. Siapkan larutan pupuk Herbafarm Cair dengan dosis 1 liter ditambahkan dengan 5 liter air, banyaknya larutan disesuaikan dengan kebutuhan.
  2. Rendam benih selama 12 jam pada larutan yang sudah disiapkan.
  3. Benih Siap disemaikan.

Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan media semai untuk pembuatan bibit jahe merah. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Gemburkan tanah dengan cara manual yaitu mencangkulnya sedalam 10 cm.
  2. Buat bedengan dari tanah yang sudah digemburkan, ukuran bedengan pembibitan untuk lahan tanam seluas 1 Hektar adalah 10 x 8 meter.
  3. Tambahkan pupuk kandang atau kompos pada bedengan tersebut, selanjutnya sebarkan pupuk herbafarm granul secara merata pada bedengan.
  4. Siram bedengan sampai tanah terlihat basah atau lembab.
  5. Diamkan selama satu minggu dan bedengan siap digunakan.

Setelah benih siap dan tempat penyemaian pun sudah disiapkan maka langkah selanjutnya adalah proses penyemaian. Berikut ini langkah-langkahnya.

  1. Tutup bedengan dengan menggunakan jerami setinggi 10 cm.
  2. Selanjutnya letakkan rimpang secara merata di atas jerami tersebut, pastikan benih tidak saling menumpuk.
  3. Letakkan lagi jerami ditas rimpang yang sudah ditebarkan dengan ketinggian 10cm, lalu tebarkan lagi benih secara merata di atasnya.
  4. Lakukan terus sampai terdapat empat susun tumpukan benih, pada bagian teratas tutup dengan jerami dengan ketinggian 5 cm.
  5. Siram media penyemaian tersebut dengan air secukupnya untuk menjaga tingkat kelembabannya.
  6. Lakukan penyiraman setiap hari sebanyak 2 kali yaitu pada pagi dan sore hari.
  7. Semprot dengan larutan pupuk herbafarm cair dengan dosis 30ml untuk 1 tangki 14 liter air, penyemprotan dilakukan secara merata pada usia 7 hari setelah semai.
  8. Setelah dua minggu bibit jahe merah sudah siap dipindahkan ke lahan tanam.
Jika tidak ingin repot dengan proses pembibitan jahe merah anda bisa membeli bibit yang siap tanam.

Pengolahan Tanah

Cara budidaya jahe merah di tanah dimulai dengan pengolahan tanah untuk mempersiapkan tanah gembur yang siap tanam. Oleh karena itu dibutuhkan pengolahan tanah yang baik agar lahan yang akan ditanami sesuai dengan syarat tumbuhnya. Adapun langkah pengolahan tanah adalah sebagai berikut:

  1. Langkah pertama adalah membersihkan lahan dari gulma dan bebatuan.
  2. Selanjutnya lakukan penggemburan tanah baik secara manual menggunakan cangkul dengan kedalam 10-20 cm.
  3. Setelah tanah digemburkan kemudian buat bedengan dengan tinggi 30cm dan lebar 1 meter, untuk panjangnya menyesuaikan dengan lahan. Sementara jarak antar bedengan adalah 50 cm.
  4. Buat parit diantara bedengan agar air tidak menggenang pada musim hujan.
  5. Terbarkan Pupuk Organik Herbafarm Granul secara merata, sekitar 15 kg per hektar. Jika kondisi tanah kering segera siram dengan air secara merata setelah aplikasi pupuk granul.
  6. Buat lubang tanam dengan kedalam 25 cm sementara jarak antar lubang adalah 25 cm.
  7. Diamkan selama 1 minggu dan lahan siap ditanami.

Proses Penanaman

Setelah bibit dan lahan tanam sudah disiapkan maka langkah selanjutnya adalah proses penanam jahe merah. Cara penanamnya sangat mudah cukup memasukkan bibit ke lubang tanam yang sudah disiapkan kemudian kemudian tutup dengan tanah. Cara menutupnya jangan terlalu rapat terutama pada bagian tunas. Setelah dua minggu jahe merah sudah mulai tumbuh dan melanjutkan pada proses perawatan.

Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman jahe merah merupakan bagian penting dari proses budidayanya. Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan untuk memastikan tanaman tumbuh subur dan menghasilkan rimpang jahe yang berkualitas.

  • Penyiangan Gulma

Penyiangan gulma dilakukan agar tumbuhan liar tersebut tidak menjadi kompetitor tanaman jahe merah dalam menyerap nutrisi yang ada di dalam tanah. Cara penyiangannya sebaiknya dilakukan secara manual dengan mencabut rumput liar tersebut. Penyiangan harus dilakukan secara rutin sebelum rumput liar tumbuh tinggi karena juga bisa menjadi inang bagi hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman jahe merah.

  • Penyiraman

Selain melakukan penyiangan perlu juga dilakukan penyiraman secara rutin terutama pada awal penanaman, apalagi jika menanam jahe merah di musim kemarau. Penyiraman cukup dilakukan 1 kali sehari yaitu pada pagi atau sore hari saja. Tujuan penyiraman adalah untuk menjaga tanah agar tetap lembab, jadi pastikan untuk tetap memperhatikan kondisi tanahnya jangan sampai tergenang air.

  • Pengendalian Hama Dan Penyakit

Tanaman jahe merah dapat tumbuh dengan subur apabila tidak terserang oleh hama dan penyakit. Oleh karena itu sangat penting untuk menerapkan teknik budidaya yang tepat mulai dari jenis bibit yang tahan penyakit, nutrisi yang cukup sehingga tanaman lebih kebal terhadap serangan hama dan penyakit. Selain itu pengaturan sanitasi pada lahan budidaya juga sangat penting dilakukan.

Menanam jahe merah di lahan terbuka lebih rentang terkena serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu apabila terjadi serangan hama dalam jumlah yang besar maka cara terakhir yang bisa ditempuh adalah pengendalian dengan pestisida kimia. Penggunaan bahan kimia harus dilakukan sesuai dengan anjuran penggunaan produk serta disesuaikan dengan jenis hama yang menyerangnya. Adapun jenis hama yang menyerang tanaman jahe merah adalah sebagai berikut:

  1. Kepik
  2. Ulat Penggerek Akar
  3. Kumbang
  • Pemupukan

Tanaman jahe merah membutuhkan nutrisi yang cukup untuk dapat tumbuh subur dan menghasilkan rimpang yang besar dan banyak. Oleh karena itu harus dilakukan pemberian nutrisi dengan cara pemupukan. Pemupukan pada tahap perawatan tanaman atau pemupukan lanjutan menggunakan Pupuk Organik Cair Herbafarm. Adapun cara pemberian Pupuk Herbafarm adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan larutan herbafarm dengan dosis 30 ml (3 tutup botol) untuk 1 tangki ukuran 14 liter air.
  2. Selanjutnya semprotkan larutan tersebut pada tanaman jahe merah dan area pengakaran secara merata sampai tanah terlihat basah.
  3. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 08.00 atau sore hari setelah pukul 16.00.
  4. Pemupukan dilakukan setiap minggu sekali pada bulan pertama, setiap 2 minggu sekali pada bulan ketiga, dan setiap 1 bulan sekali sampai bulan ke enam.

Masa Panen Jahe Merah

Panen Jahe Merah


Tanaman Rempah ini bisa dipanen pada usia 8 bulan setelah masa tanam. Cara memanen jahe merah cukup mudah yaitu dengan mencabut tanaman tersebut secara langsung. Selanjutnya pisahkan rimpang dengan cara memotong batangnya. Bersihkan rimpang dari sisa tanah dan kotoran lalu simpan pada tempat penyimpanan yang bersih untuk menjaga kesegarannya. Jahe merah siap dipasarkan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama