Lazada 99

Cara Menanam Cabe Agar Subur Dan Berbuah Lebat

Budidaya tanaman cabe merupakan salah satu pilihan yang banyak digemari oleh petani di Indonesia. Selain karena harga jual cabe yang mahal pada momen tertentu, biaya produksinya juga terbilang lebih murah dibandingkan tanaman lain karena cabe bisa panen berkali-kali dalam sekali tanam. Namun membudidayakan tanaman cabe pun tidaklah mudah karena adanya potensi kegagalan yang bisa terjadi, baik itu karena adanya serangan hama dan penyakit dan kondisi cuaca ekstrem yang bisa menyebabkan kegagalan panen dan kematian tanaman. Lalu bagaimana cara menanam cabe agar tumbuh subur dan berbuah lebat?

Silahkan ikuti tiap langkah dari panduan budidaya tanaman cabe berikut ini!

Cara Menanam Cabe


Jenis-jenis Cabe

Sebelum memulai budidaya tanaman cabe yang perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah jenis cabe yang akan dibudidayakan. Tentunya ini berhubungan dengan hasil panen nantinya. Memilih jenis cabe yang laris dipasaran tentunya akan sangat menguntungkan budidaya tanaman cabe. Cabe sebagai salah satu jenis tanaman sayuran memang banyak dibutuhkan bahkan dibutuhkan setiap hari terutama warung makan dan restoran. Berikut beberapa jenis tanaman cabe yang bisa anda pilih untuk dibudidayakan.

  1. Cabe Merah Besar
  2. Cabe Merah Keriting
  3. Cabe Hijau Besar
  4. Cabe Hijau Keriting
  5. Cabe Rawit Hijau
  6. Cabe Rawit Merah
  7. Cabe Gendot
  8. Cabe Putih
  9. Paprika

Syarat Tumbuh Tanaman Cabe

Keberhasilan dalam budidaya tanaman cabe akan sangat ditentukan oleh kesesuaian dengan syarat tumbuhnya. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui syarat tumbuh tanaman cabe sebelum menentukan lokasi budidaya. Berikut ini syarat tumbuh tanaman cabe agar hasilnya maksimal.

  • Curah Hujan

Tanaman cabe membutuhkan curah hujan 1.000 mm/ tahun agar bisa tumbuh dengan baik. Curah hujan yang terlalu rendah akan menyembabkan tingkat pertumbuhan menjadi melambat sementara curah hujan yang terlalu tinggi akan menyebabkan banyaknya serangan hama dan penyakit yang menjadi penyebab kematian tanaman cabe. Masalah curah hujan ini masih bisa ditaktisi dengan penyiraman secara teratur dan pembuatan drainase yang baik.

  • Kelembapan

Tingkat kelembaban lokasi penanaman cabe sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas. Tanaman cabe membutuhkan kelembapan udara berkisar antara 70-80%. Kondisi iklim yang terlalu lembab menyebabkan timbulnya serangan hama dan penyakit sementara jika kelembapan kurang dari 70% akan menyebabkan menurunnya produksi buah pada tanaman cabe.

  • Jenis Tanah

Tanaman cabe membutuhkan tanah yang gembur untuk dapat tumbuh subur. Jenis tanah yang cocok adalah tanah Regosol dan Tanah Andosol. Untuk mendapatkan tanah yang subur dapat menambahkan pupuk organik berupa pupuk kandang, kompos atau menggunakan pupuk organik padat (Granul) produksi pabrik seperti Herbafarm Granul.

  • pH Tanah

pH tanah juga sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman cabe yang dibudidayakan. Tanaman cabe membutuhkan tanah dengan pH antara 6-7. Untuk menentralkan pH tanah bisa menebarkan kapur pertanian jika pH tanah terlalu rendah atau kurang dari 6 sementara jika terlalu tinggi bisa dinetralkan dengan menggunakan belerang.

  • Ketinggian
Tanaman cabe merupakan salah satu jenis tanaman yang bisa tumbuh diberbagai lokasi. Cabe bisa tumbuh pada ketinggian antara 1- 2000 MdPL. Namun tingkat ketinggian lokasi budidaya cabe akan berpengaruh pada jenis hama dan penyakit yang menyerangnya. Untuk lokasi budidaya yang terlalu tinggi biasanya tanaman cabe akan terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur sementara pada dataran rendah kemungkinan akan terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

Langkah-langkah Cara Menanam Cabe

Tanaman Cabe

Setelah memahami syarat tumbuh tanaman cabe maka selanjutnya adalah memahami langkah-langkah budidaya tanaman cabe agar berbuah lebat. 

Persiapan Benih

Langkah pertama dari proses menanam cabe adalah persiapan benih. Tahapan ini sangat penting karena akan berpengaruh terhadap daya tahan terhadap serangan hama dan penyakit dan juga produksi buah. Oleh karena itu sebaiknya memilih benih dari varietas unggul. Untuk memilih benih cabe varietas unggul bisa berkonsultasi dengan petani cabe yang sudah berpengalaman, mencari tahu lewat internet atau juga melalui marketplace penjualan benih cabe.

Selanjutnya jika sudah mendapatkan benih cabe berkualitas maka perlu dilakukan perlakukan sebelum melakukan penyemaian benih. Perlakukan pada benih cabe adalah dengan melakukan perendaman, sebaiknya direndam pada larutan pupuk organik cair seperti Herbafarm Cair. Perendaman dilakukan bertujuan untuk melakukan seleksi awal pada benih yang bisa tumbuh. Benih yang baik dan bisa tumbuh adalah benih yang tenggelam dalam rendaman sementara yang mengapung adalah benih yang sudah rusak dan tidak layak tumbuh. Selain itu penambahan pupuk organik cair juga bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit tular bibit.

Perendaman benih dilakukan selama 2-3 jam. Selanjutnya benih yang sudah direndam kemudian dikeringkan dengan cara diangin-anginkan tanpa terkena sinar matahari secara langsung. Setelah kering benih cabe siap disemaikan.

Proses Penyemaian

Penyemaian benih cabe dilakukan sebagai langkah atau proses seleksi kedua. Pada penyemaian ini akan didapatkan bibit berkualitas dan siap tanam. Proses penyemaian bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan Polybag dan menyemaikan benih cabe menggunakan bedengan.

  • Penyemaian Benih Cabe Menggunakan Polybag

Menyemaikan bibit cabe menggunakan Polybag terbilang cukup merepotkan karena harus mengisi Polybag dengan media semai terlebih dahulu kemudian memasukkan benih cabe ke dalam Polybag tersebut satu persatu. Tentunya membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak. Namun cara ini sangat efektif untuk menghasilkan bibit cabe berkualitas. Bibit cabe bisa tumbuh subur karena tidak terlalu rapat, dapat memilah bibit yang tumbuh subur dan tidak lebih mudah, dan pemindahan ke lahan tanam nantinya juga lebih praktis.

Adapun langkah penyemaian benih cabe menggunakan Polybag adalah sebagai berikut:

  1. Persipkan media semai berupa campuran tanah dan pupuk organik berupa pupuk kandang atau kompos, akan lebih baik jika ditambahkan dengan pupuk Herbafarm Granul.
  2. Siapkan Polybag yang berukuran 6x8cm, usahakan terdapat lubang pada bagian pinggir bawah agar air tidak menggenang.
  3. Isi semua Polybag dengan media semai yang sudah disiapkan sebelumnya.
  4. Atur susunan Polybag agar terlihat rapi, silahkan sesuaikan dengan luas tempat yang anda miliki.
  5. Siram media semai dalam polybag sampai terlihat lembab, sebaiknya gunakan sprayer.
  6. Masukkan benih cabe yang sudah siap disemaikan satu persatu.
  7. Selanjutnya tutup dengan tanah halus, akan lebih baik jika tanah sudah diayak agar tidak terdapat batu, kayu atau benda-benda berat yang akan mengganggu pertumbuhan bibit cabe.
  8. Selanjutnya semprot menggunakan pupuk organik cair agar dapat mencegah adanya penyakit tular bibit.
  • Penyemaian Benih Cabe Menggunakan Bedengan

Jika anda tidak ingin repot dan mengeluarkan biaya tambahan serta tenaga dan waktu yang lebih banyak maka pilihannya adalah menyemaikan cabe menggunakan bedengan. Anda perlu memilih lahan yang memiliki kualitas tanah yang baik untuk tempat penyemaian. Adapun langkah penyemaian bibit cabe pada bedengan adalah sebagai berikut:

  1. Gemburkan tanah terlebih dahulu dengan cara membolak-balikkannya.
  2. Diamkan selama 2 hari dengan paparan sinar matahari langsung agar bakteri dan jamur dalam tanah mati.
  3. Selanjutnya tambahkan pupuk organik berupa pupuk kandang, kompos atau pupuk Herbafarm Granul.
  4. Bolak balik tanah agar tanah dan pupuk organik tercampur secara merata.
  5. Selanjutnya buat bedengan dengan ketinggian antara 10-20 cm
  6. Siram bedengan dengan air sampai terlihat lembab, sebaiknya menggunakan sprayer agar penyiraman merata.
  7. Agar bibit yang tumbuh nantinya tidak berhimpitan sebaiknya buat larikan dengan jarak 2-3 cm.
  8. Selanjutnya tebarkan benih yang sudah siap semai pada larikan.
  9. Tutup dengan tanah halus dan siram menggunakan larutan herbafarm cair.

Proses penyemaian ini membutuhkan perawatan intensif untuk memastikan bibit cabe tumbuh subur. Selalu perhatikan kebutuhan air dan lakukan penyiraman secara berkala. Menyemaikan gulma yang tumbuh disekitar bibit juga sebaiknya dilakukan agar tidak menjadi kompetitor dalam penyerapan unsur hara pada media semai.

Sebaiknya buatkan pelindung dari hujan dan paparan sinar matahari secara langsung. Selain itu juga perlu dibuatkan dinding agar terhindar dari gangguan anak-anak, hewan ternak dan binatang lain yang bisa merusak pertumbuhan bibit cabe.

Bibit cabe akan tumbuh serentak dalam waktu 6-7 hari. Bibit siap dipindahkan ke lahan tanah pada usia 25-30 hari setelah semai atau telah memiliki 4-5 helai daun. Bibit cabe yang sudah disemaikan sebaiknya dipindahkan pada waktu yang tepat, jangan terlalu cepat dan tidak baik juga jika terlalu lama.

Persiapan Lahan

Sambil menunggu bibit cabe yang disemaikan tumbuh dan siap dipindahkan ke lahan tanam, maka sebaiknya segera disiapkan lahan penanamannya. Proses ini biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama agar menghasilkan lahan tanam yang benar-benar siap untuk menjadi tempat tumbuh tanaman cabe. Adapun langkah persiapan lahan tanam cabe adalah sebagai berikut:

  • Pengolahan Tanah

Semakin luas tanah yang akan ditanami maka tentunya akan semakin lama juga waktu yang dibutuhkan untuk mengolahnya atau semakin banyak juga tenaga yang dibutuhkan. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara membolak-balikkan tanah menggunakan cangkul dengan kedalaman sekitar 10 cm. Semakin dalam tentunya akan semakin baik karena tanah yang akan semakin gembur.

Selanjutnya biarkan tanah yang sudah dibolak-balik terpapar sinar matahari secara langsung terutama pada siang hari agar jamur dan bakteri dalam tanah bisa mati. Bisa didiamkan selama 3-5 hari sebelum melakukan perlakukan selanjutnya.

  • Netralkan pH Tanah

Sebaiknya lakukan pengukuran pH tanah agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman cabe. Jika pH tanah kurang dari 6 atau pH tanah sangat rendah sebaiknya tambahkan kapur pertanian terlebih dahulu. Apabila pH tanah terlalu tinggi atau lebih dari 7 maka tambahkan belerang sampai tanah kembali pada pH netral.

  • Tambahkan Pupuk Organik

Untuk memenuhi kebutuhan unsur hara dalam tanah yang dibutuhkan tanaman cabe sebaiknya tambahkan pupuk organik berupa pupuk kandang, kompos atau pupuk Herbafarm Granul. Jika kondisi tanah kering setelah melakukan penambahan pupuk organik sebaiknya segera lakukan penyiraman tanah. Selanjutnya diamkan tanah yang sudah diolah selama 1 minggu.

  • Buat Bedengan

Langkah selanjutnya adalah pembuatan bedengan. Bedengan untuk penanaman cabe dibuat setinggi 30-40 cm. Lebar bedengan yang baik adalah antara 110-120 cm. Jarak antar bedengan untuk menghasilkan drainase yang baik yaitu 60-70 cm. Sementara untuk panjang bedengan tentunya disesuaikan dengan lahan yang dimiliki.

  • Pemasangan Mulsa

Setelah bedengan siap maka langkah selanjutnya adalah pemasangan mulsa, bagian ini tentunya bisa menjadi pilihan. Jadi, anda bisa memilih untuk menggunakan mulsa atau tidak. Adapun manfaat penggunaan mulsa adalah sebagai berikut:

  1. Pertumbuhan gulma sekitar tanaman cabe lebih sedikit, sehingga pengendaliannya lebih mudah.
  2. Meminimalisir terjadinya serangan hama dan penyakit
  3. Tingkat kelembaban tanah lebih terjaga
  4. Mencegah terjadinya erosi pada bedengan pada musim hujan
  5. Tanaman terlihat lebih rapi dan memudahkan dalam pengendalian hama dan pemupukan
  6. Meningkatkan produksi tanaman cabe karena unsur hara dalam tanah lebih terjaga
  7. Biaya produksi secara keseluruhan lebih hemat karena menghemat biaya pestisida dan penyiangan rumput liar.
  • Pembuatan Lubang Tanam

Tahap terakhir dari proses persiapan lahan adalah pembuatan lubang tanam. Proses ini termasuk pengaturan jarak tanam ideal pada tanaman cabe. Untuk pertumbuhan yang lebih baik sebaiknya jarak tanamnya adalah antara 60-70 cm, jadi untuk satu bedengan cukup dua baris saja. Hal ini dilakukan agar tingkat kelembabannya lebih terjaga, karena jarak tanam yang terlalu rapat menyembabkan kelembabannya terlalu tinggi sehingga mudah terserang hama dan penyakit.

Lubang tanamn untuk tanaman cabe dibuat dengan kedalaman sekitar 8-10cm. Sementara diameternya bisa menyesuaikan, usahakan jangan terlalu lebar agar mulsa tidak robek. Jika penyemaian menggunakan Polybag sebaiknya gunakan ukuran polybag yang digunakan sebagai ukuran diameter lubang tanam. 

Proses Penanaman

Proses penaman tanaman cabe pada dasarnya sangat mudah dilakukan. Cukup dengan melakukan pemindahan bibit cabe dari media penyemaian ke lubang tanam yang sudah disiapkan. Hanya saja proses pemindahan perlu dilakukan dengan hati-hati agar bibit tidak stress. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan selanjutnya tutup dengan tanah. Selanjutnya siram bibit yang sampai tanah terlihat lembab.

Pastikan memilih bibit dengan kualitas yang baik agar pertumbuhannya maksimal.

Perawatan

Perawatan tanaman cabe merupakan proses panjang dari budidaya tanaman yang rasanya pedas ini. Tahapan ini akan sangat menentukan keberhasilan budidaya tanaman cabe karena berhubungan dengan pemenuhan unsur hara dalam tanah, perlindungan dari serangan hama dan penyakit serta gulma atau rumput liar. Proses perawatan harus dilakukan secara intensif untuk memantau pertumbuhan tanaman cabe. Adapun proses perawatan tanaman yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
  • Penyulaman
Penyulaman adalah proses penggantian bibit cabe yang gagal tumbuh dengan bibit baru. Maka sangat penting untuk mempersiapkan bibit cadangan sekitar 10% dari total jumlah bibit yang dibutuhkan. Penyulaman segera dilakukan agar pertumbuhan tanaman cabe tetap seragam.
  • Penyemaian
Penyemaian adalah proses pengendalian gulma atau tumbuhan liar yang tumbuh disekitar tanaman cabe. Meskipun menggunakan mulsa tetap harus memperhatikan gulma yang muncul pada lubang mulsa. Gulma dapat mengganggu pertumbuhan tanaman cabe karena menjadi kompetitor cabe dalam menyerap unsur hara yang terdapat dalam tanah. Selain itu gulma juga bisa menjadi inang dari hama yang dapat menyerang tanaman cabe.
  • Pemupukan
Pemupukan adalah upaya untuk memberikan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman cabe untuk tumbuh subur. Sebaiknya gunakan pupuk organik agar tidak merusak ekosistem pada area budidaya tanaman cabe. Pemberian pupuk sebaiknya diberikan secara berkala sesuai dengan kebutuhan tanaman setiap fasenya atau sesuai dengan petunjuk penggunaan pupuk jika menggunakan pupuk produksi pabrik.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Proses ppencegahan serangan hama dan penyakit pada tanaman cabe pada dasarnya dilakukan mulai dari tahap persiapan benih cabe. Sementara jika tanaman cabe sudah tumbuh pencegahan dilakukan dengan memperhatikan tingkat kelembaban tanaman, perbaikan drainase agar tidak terjadi genangan air, pemangkasan ranting cabe agar tidak terlalu rimbun.

Sementara jika sudah terlanjur terjadi serangan hama atau penyakit maka langkah pengendalian dilakukan dengan menggunakan bahan kimia secara terukur atau sesuai dengan petunjuk. Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan akan menyebabkan kerusakan ekosistem budidaya tanaman cabe.

Silahkan Baca: 13 Jenis Hama Pada Tanaman Cabe

Masa Panen

Budidaya Cabe

Masa panen buah cabe tentunya bagian yang paling ditunggu dari proses budidaya tanaman cabe. Memanen buah cabe sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat untuk menjaga kualitas buah cabe. Jangan memanen terlalu lama karena cabe merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang biasanya tidak bertahan lama sehingga bisa berpengaruh pada harga jual. Sementara jika terlalu cepat dipanen maka buah yang dihasilkan juga akan rusak dan tentu saja juga akan berpengaruh pada penjualannya.

Menjual hasil panen cabe yang berkualitas akan memberikan kepercayaan kepada pembeli sehingga bisa berlangganan dan memberikan harga yang wajar.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama