Lazada 99

Cara Budidaya Tanaman Apel Agar Cepat Berbuah

Apel merupakan salah satu tanaman buah yang mulai banyak dibudidayakan untuk tujuan agrobisnis. Buah apel memiliki potensi bisnis yang besar karena peminatnya yang banyak dan harganya yang juga terbilang mahal. Harga yang mahal tentunya berbanding lurus dengan rasa yang nikmat dari buah serta waktu, tenaga dan biaya yang dikeluarkan untuk budidaya tanaman buah tersebut. Untuk anda yang tertarik untuk membudidayakannya silahkan ikuti panduan cara budidaya tanaman apel berikut ini.

Cara Budidaya Apel


Jenis Tanaman Apel

Sebelum mulai membudidayakan tanaman apel tentu saja harus mengetahui jenis apel terlebih dahulu. Setiap jenis apel memiliki karakteristik tersendiri dan ketika berbicara tentang agrobisnis tentu saja melihat potensi keuntungan yang akan didapatkan. Berikut ini beberapa jenis apel yang bisa anda pilih untuk dibudidayakan.

  1. Apel Manalagi
  2. Apel Ceri
  3. Apel Fuji
  4. Apel Anna
  5. Apel Gala
  6. Apel Wanglin
  7. Apel Granny Smith
  8. Apel Golden Delicius
  9. Apel Red Delicius
  10. Apel Mcltosh
  11. Apel Cameo
  12. Apel Rome Beauty
  13. Apel Black Diamond

Syarat Tumbuh Tanaman Apel

  • Jenis Tanah: Tanaman apel dapat tumbul dengan baik pada jenis tanah Andosol, Latosol, dan Regosol. Tanah yang memiliki tekstur sedang dan gembur secara konsisten.
  • pH Tanah: pH Tanah yang dibutuhkan untuk tumbuh subur berkisar antara 5 -5,7.
  • Curah Hujan: Untuk tumbuh dengan baik pohon apel membutuhkan curah hujan berkisar antara 1000 - 2500 mm/ tahun.
  • Suhu: Jika ditanam pada dataran rendah tanaman apel membutuhkan suhu antara 16 - 27 derajat celcius sementara jika dibudidayakan pada dataran tinggi suhu yang baik adalah 12-20 derajat celcius.
  • Ketinggian: Tanaman apel dapat ditanam pada dataran rendah dan dataran tinggi dengan ketinggian antara 700 - 1500 meter di atas permukaan laut.

Cara Menanam Apel

Bibit Apel

Budidaya tanaman apel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara generatif dan vegetatif. Kedua teknik budidaya ini tentunya memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing baik dari segi waktu, biaya dan tenaga. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan dengan matang untuk memilih mana yang terbaik dan paling sesuai dengan tujuan budidaya yang anda inginkan.

Persiapan Bibit

Persiapan bibit apel adalah langkah awal menentukan teknik budidaya apa yang akan digunakan apakah akan menanam apel dari biji atau menggunakan teknik okulasi. Apapun pilihannya yang pastinya anda menjalani setiap tahapannya dengan benar.

  • Pemilihan Benih Apel

Jika anda memilih untuk membudidayakan tanaman apel secara generatif silahkan ikuti tahapan berikut ini:

  1. Pilih dua varietas apel yang berbeda dan kumpulkan bijinya. Hal ini dilakukan karena saat tanaman memasuki fase berbuah tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri jika yang ditanam hanya dari satu varietas saja.
  2. Pisahkan biji apel dari dagingnya lalu jemur sampai kulit luarnya tidak lagi lembab.
  3. Siapkan larutan Pupuk Herbafarm Cair dengan dosis 10 ml ditambahkan dengan 5 liter air, aduk sampai homogen.
  4. Gunakan larutan tersebut untuk merendam biji apel yang sudah dijemur sebelumnya, perendaman dilakukan selama 5 jam.
  5. Siapkan tissue atau kain lalu basahi, kemudian masukkan ke dalam wadah bening yang memiliki penutup seperti toples atau kotak makanan.
  6. Selanjutnya masukkan wadah tersebut ke dalam kulkas, caranya ini dilakukan untuk mengkondisikan biji apel sedemikian rupa seolah berada di daerah musim dingin.
  7. Setelah delapan minggu biasanya biji apel mulai keluar akar dan tunas yang artinya sudah siap dipindahkan ke media semai.

Jika anda memilih untuk membudidayakan tanaman apel dengan teknik generatif ada dua cara yang bisa anda pilih yaitu teknik sambung dan teknik penempelan.

Tahapan teknik sambung adalah sebagai berikut:

  1. Pilih batang atas atau entres yang berupa cabang seperti pucuk dari pohon apel varietas unggul.
  2. Potong batang bagian bawah dengan menyisakan 20cm dari ketinggian leher akar.
  3. Belah batang bagian bawah dengan panjang 2-5 cm
  4. Iris bagian batang atas sampai berbentuk baji, usaakan panjang irisannya sama panjang dengan belahan pada batang bawah.
  5. Satukan batang atas dengan batang bawah dengan memasukkan ujung batang atas yang sudah diiris ke dalam belahan batang bawah sehingga kambiun dapat bertemu.
  6. Ikat dengan menggunakan tali plastik sampai benar-benar rapat.
  7. Anda juga bisa menutupi sambungan tersebut dengan kantung plastik selama 3 minggu.

Tahapan teknik penempelan adalah sebagai berikut:

  1. Pilih batang pohon apel yang memiliki diameter sekitar 1 cm dan telah berusia 5 bulan, pastikan juga kulitnya mudah dikelupas.
  2. Sayat mata tempel dan kayunya dengan panjang sekiar 2,5 sampai 5 cm, pastikan mengambil dari cabang pohon apel yang bagus.
  3. Buat lidah kulit batang yang terbuka untuk batang bagian bawah dengan tinggi 20 cm kemudian cocokkan dengan mata tempel, pastikan juga lidah tersebut dapat diungkit dari kayunya.
  4. Selanjutnya masukkan mata tempel ke dalam bagian lidah batang bawah lalu ikat dengan plastik putih agar proses penempelannya bagus.
  5. Tunggu sekitar 3 minggu sampai terlihat tanda mata tempel yang mulai berwarna hijau segar dan melekat.
  6. Setelah penempelannya berhasil anda bisa mengerat pada bagian batang apel sekitar 2cm di atas penempelan dengan posisi melintang sedalam 2/3 bagian penampangnya.
Jika tidak ingin repot dengan proses seperti di atas anda bisa membeli bibit yang sudah siap tanam. Pilihan ini biasanya banyak dilakukan petani apel dengan tujuan agrobisnis.

  • Persiapan Media Semai

Tahapan persiapan bibit selanjutnya adalah mempersiapkan media semai. Proses ini juga harus dilakukan dengan tepat agar benih yang disemaikan dapat tumbuh subur. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:

  1. Persiapkan wadah semai berupa Polybag dengan ukuran 10 x 15 cm
  2. Siapkan media semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1
  3. Isi Polybag dengan media semai sampai penuh lalu tambahkan Pupuk Herbafarm Granul sebaganyak 1 sendok makan.
  4. Siram media semai tersebut sampai terlihat basah dan lembab.
  5. Simpan di tempat teduh selama 1 minggu dan media semai siap digunakan.

  • Proses Pembibitan
Tahapan terakhir dari proses pembibitan tanaman apel adalah pemindahan benih yang sudah mulai bertunas atau berakar ke dalam Polybag yang sudah disiapkan sebelumnya. Isi 1 Polybag dengan 1 benih. Selanjutnya siram secara merata menggunakan sprayer. Lakukan perawatan pada media semai sampai bibit tumbuh setinggi 25 cm baru bisa dipindahkan ke lahan tanam.

Persiapan Lahan

Persiapan lahan tanam pohon apel dilakukan dengan membersihkan lokasi dari rumput liar dan bebatuan. Selanjutnya membuat lubang tanam dengan ukuran 1x1x1 meter. Dengan jarak antar lubang 2 meter. Gali tanah dan pisahkan tanah bagian atas dan tanah bagian bawah.

Tanah bagian atas sebanyak 3/4 akan digunakan sebagai media tanam dengan mencampurkan dengan Pupuk Herbafarm Granul sebanyak 2 sendok makan per lubang tanam. Selanjutnya masukkan kembali tanah yang sudah dicampurkan dengan pupuk herbafarm lalu siram sampai lembab. Diamkan selama dua minggu dan siap ditanami.

Proses Penanaman

Ambil bibit dari penyemaian, kemudian robek Polybag dengan hati-hati agar tidak merusak bagian akar tanaman apel. Buat lubang untuk penanaman pada lubang yang sudah dibuat sebelumnya dengan memperkirakan kedalamannya. Masukkan bibit yang sudah disiapkan kemudian tutup dengan menggunakan tanah bagian bawah yang masih disimpan sebelumnya. Selanjutnya siram sampai tanah terlihat basah.

Cara Merawat Pohon Apel

Setelah melakukan penanaman maka langkah selanjutnya adalah perawatan tanaman. Proses ini adalah proses paling panjang dari budidaya tanaman apel. Beberapa hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 

  • Penyulaman

Penyulaman atau penggantian tanaman apel yang mati atau pertumbuhannya sangat lambat jika dibandingkan dengan tanaman yang lainnya. Penyulaman bertujuan untuk menjaga agar semua tanaman apel tumbuh dengan seragam. Oleh karena itu sangat perlu untuk mempersiapkan bibit yang lebih sekitar 10% dari jumlah seluruh bibit yang ditanam. Bibit yang jadi cadangan tersebut terus dirawat sampai bibit yang ditanam di lahan berusia 3 bulan.

  • Penyiraman

Perawatan yang juga sangat penting dilakukan pada tanaman apel yang baru tanam adalah melakukan penyiraman. Penyiraman ini bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah. Pada dasarnya tanaman apel tidak bisa tumbuh dengan baik pada lahan yang terlalu kering dan juga terlalu basah. Oleh karena itu penyiraman harus dilakukan secukupnya saja dengan memperhatikan kondisi tanah dan juga cuaca saat proses penanaman.

  • Penyiangan

Penyiangan adalah proses pembersihan gulma atau rumput liar yang tumbuh disekitar area lubang tanam. Pembersihan gulma penting dilakukan terutama pada diameter sekitar 1 meter dari lubang tanam agar tumbuhan liar tidak menjadi kompetitor bagi tanaman apel dalam menyerap unsur hara dalam tanah. Selain itu gulma juga bisa menjadi inang bagi hama dan pembawa penyakit yang bisa menyerang tanaman.

  • Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan pada cabang atau ranting yang tidak produktif seperti cabang air, dan ranting yang terkena serangan hama dan penyakit. Melakukan pemangkasan juga bertujuan untuk mendapatkan bentuk tanaman sesuai keinginan atau untuk menjaga tingkat kelembaban.

  • Pemupukan

Pemupukan pada tanaman apel menggunakan pupuk organik herbafarm bisa dilakukan dengan mengkombinasikan antara pupuk Herbafarm Cair dan Granul. Aplikasi herbafarm cair untuk tanaman apel yang masih muda atau baru tanam adalah sebagai berikut:

  1. Dosis yang digunakan adalah 30ml untuk 1 tangki berisi 14 liter air.
  2. Teknik pemupukan dilakukan dengan cara penyemprotan ke seluruh bagian tanaman sampai area pengakaran.
  3. Penyemprotan dilakukan setiap 2 minggu sekali selama 3 bulan.
  4. Aplikasi selanjutnya dilakukan setiap 3 bulan sekali.

Pemupukan pada tanaman yang sudah berusia 3 tahun setelah tanam dilakukan dengan cara berikut:

  1. Aplikasikan pupuk herbafarm granul setiap 2x setahun dengan dosis 4-8 sendok makan perpohon.
  2. Aplikasikan pupuk herbafarm cair dengan dosis 6 tutup botol per tangki setiap 3 bulan
  3. Pemakian pupuk herbafarm cair juga dapat dilakukan dengan kocor langsung disekitar area pengakaran dengan dosis 2 tutup botol per pohon.
Pemupukan dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 08.00 atau sore hari setelah pukul 16.00

  • Pengendalian Hama Dan Penyakit

Langkah pengendalian hama dan penyakit adalah proses penting yang harus dilakukan untuk menjaga agar tanaman apel bisa tumbuh subur dan berproduksi secara maksimal. Pengendalian hama dilakukan dengan melakukan teknik budidaya yang baik dengan memanfaatkan bahan-bahan organik. Menjaga kebersihan lahan budidaya dari gulma atau rumput liar. Mencegah terjadinya genangan air di sekitar lahan yang bisa memacu peningkatan kelembaban tanah.

Apabila terjadi serangan hama secara massif maka cara terakhir yang bisa ditempuh adalah dengan menggunakan pestisida kimia dengan dosis yang wajar atau sesuai petunjuk penggunaan produk. Pastikan menggunakan anti hama yang sesuai dengan jenis hama yang menyerangnya.

Adapun jenis hama dan penyakit yang biasanya menyerang tanaman apel adalah sebagai berikut:

  1. Lalat Buah
  2. Kutu Hijau
  3. Thrips
  4. Ulat Daun
  5. Embun Tepung
  6. Bercak Daun
  7. Jamur Upas
  8. Busuk Buah
  9. Busuk Akar

Masa Panen Buah Apel

Buah Apel

Setelah proses budidaya yang panjang dan akhirnya sampai pada masa panen buah apel. Proses pemanenan buah apel dilakukan pada buah yang benar-benar telah matang atau sekitar 5 bulan dari mulai berbunga. Tanaman Buah yang satu ini mengeluarkan aroma wangi buah dan perubahan warna yang sangat jelas ketika sudah siap untuk dipanen.

Panen dilakukan dengan memetik buah secara langsung atau dapat juga menggunakan gunting untuk memisahkan buah apel dari rantingnya. Siklus panen biasanya dilakukan setiap 6 bulan sekali. Jika hasil panen tidak langsung didistribusikan sebaiknya simpan buah pada mesin pendingin dengan suhu 6 derajat celcius agar masa simpan lebih lama dan buah apel tetap segar.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama